Selamat Datang

"Keluarga... setiap hari penuh dengan cerita.. Selamat datang di blog yang berisi cerita seputar keluarga dengan ungkapan kata-kata yang penuh arti...

Semoga Bermanfaat...

Jumat, 13 Maret 2009

Maulid Nabi Muhammad SAW

Senin, 9 Maret 2009 merupakan hari libur nasional tuk memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang muslim, sudahkah kita mengenal nabi kita Rosullullah Muhammad SAW???. Keteladanan Nabi Muhammad SAW perlu kita teladani dengan menjalankan Sunnah Rosullulah. Ibu ingin sekali anak-anak ibu cinta dan sayang akan Rosullullah SAW dengan lebih mengenal keteladanan yang beliau tanamkan. Usaha ibu ya.. membacakan cerita tentang Keteladanan Nabi Muhammad SAW, seperti bagaimana beliau menyayangi semua makhluk Allah SWT, bagaimana kepemimpinan Beliau di zamannya dan Ketaaatan beliau kepada Allah SWT.

Masjid Nurul Ikhwan di kompleks Telaga Mas mengadakan acara pengajian tuk memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan mengundang Ustadz Zainal untuk memberikan Tausiyah tentang Keteladanan Nabi Muhammad SAW. Murid-murid Taman Pendidikan Qur'an Masjid Nurul Ikhwan juga menyajikan doa-doa sehari-hari dan hafalan Juzamma. Mba Rifa kebagian untuk membawakan doa-doa sehari-hari, nih.. tampilannya...





Ustadz memberikan Tausiyah


Ustadzah2 yang mengajar


Mba Rifa dan teman-teman

Selasa, 24 Februari 2009

Cerita tentang Mba Rifa

Sekarang mba Rifa berumur 5 tahun 4 bulan dan bulan Juli tahun 2009 nanti (tahun ajaran baru) mba Rifa berumur 5 tahun 8 bulan. Saat ini mba Rifa sedang sekolah di TK B.

Teman-teman satu kelas mba Rifa yang berjumlah 8 orang dengan umur yang 6 tahun kurang tersebut rata-rata ingin agar tahun ajaran baru masuk SD. Namun hanya 2 murid yang tetap ingin sekolah TK termasuk mba Rifa. Entahlah, ibu kok ya inginnya mba Rifa matang secara mental untuk dapat mengikuti pelajaran dan kedisplinan di SD. Saat ini ibu melihat mba Rifa dari segi kedisiplinan belum nampak masih maunya sendiri trus rasa tanggungjawab untuk melaksanakan tugas belum tampak.

Sekolah Dasar yang ibu lihat tuh, secara mental anak harus matang selain akademiknya. Belum lagi SD kelas satu sekarang itu rata-rata sekolah dari pagi sampai siang. Mungkin ibu terlalu khawatir kali ya..

Saat ini mba Rifa sudah senang menulis, membaca dan berhitung. Ibu memang tidak memaksa mba Rifa untuk belajar CALISTUNG (Baca, Tulis dan Hitung) karena memang sekolah Mba Rifa tidak memprioritaskan itu. Hanya bagi teman-teman yang akan masuk SD yang diprioritaskan untuk bisa CALISTUNG. Ibu hanya pengen mba Rifa senang dulu akan calistung.

Setiap malam selepas pulang dari aktivitas kantor, Ibu hanya memberi sedikit permainan yang berhubungan dengan calistung (bukan belajar) seperti bermain kartu yang ada bacaan ataupun membaca buku cerita dan setiap kata yang berulang akan ibu minta mba Rifa untuk mengulangnya. Untuk berhitung mba Rifa senang sekali dibuatkan gambar-gambar lalu ditambah atau dikurang dan dijumlah dengan angka-angka. Kalo menulis wah.. emang kerjaannya mba Rifa yang seneng tulis-tulis dengan sebelumnya tanya-tanya dulu kayak wartawan gitu.. tapi masih tanya ibu gimana nulisnya. Termasuk menulis huruf arab yang disambung wah.. kudu bisa deh ibu.

Kadang kalo lagi pengen menyanyi dan menari so.. ibu deh yang ngajarin nyanyi dan menari . De Fakhri pasti ikut-ikutan, yang ada bertiga kayak dipanggung gitu.. rame deh rumah dan Ibu suka banget kalo mereka tertawa-tawa senang karena bahagia banget mereka belajar namun sambil senang.

Ibu pengen sharing deh dengan teman-teman yang sudah pengalaman menyekolahkan anak di SD, emang sih tiap anak berbeda tapi paling tidak kan ibu bisa menyimak beberapa pengalaman untuk ibu kaji lebih dalam (de.. udah kayak apa aja) tapi bener deh.. akan ibu simak terutama pengalaman dengan anak yang bersekolah SD di usia dini (belum genap 6 tahun).

Makasih sebelumnya...

Senin, 23 Februari 2009

Kejutan dari Fakhri

Kamis, tanggal 19 Februari 2009. Ibu yang baru aja pulang kerja langsung mendapat laporan kalo dede Fakhri sudah dapat naik sepeda roda 2. Emang sih kemaren kemaren menurut informasi dari Mba Rifa dan bibi bilang kalo dede Fakhri sedang seneng senengnya belajar sepeda roda 2 sendiri. Emang bener sih semangat dede Fakhri tuk bisa sepeda roda 2 T-O-P-B-G-T. Tidak patah semangat walaupun sempet beberapa kali jatuh (kata bibi).

Wah.. dede Fakhri seneng banget bisa sepeda roda 2 padahal umurnya belum genap 4 tahun. Seperti kemaren waktu mo nginep dirumah mbah kakung Tutur, dede minta sepedanya dibawa jadi terpaksa deh tu sepeda diangkut ke rumah mbah, termasuk ke rumah mbah Titi dan mbah Dadah (ceritanya mo ngasih tau kalo udah pinter naik sepeda). Wah... pada tidak percaya.

Nih... gaya Dede Fahri...

Jumat, 16 Januari 2009

Taman Mini Indonesia Indah

Libur sekolah, anak-anak ibu dan ayah ajak ke Taman Mini Indonesia Indah. Dah lama nih.. tidak kesana. Berlibur kesana bareng ma Mbah Kakung Tutur, Mbah Puteri Iim, Mbah Kur, Keluarga Oom Halef, Keluarga Oom Arif dan Aa Fadhil (tetangga depan rumah mbah).

TMII hanya berjarak tempuh 20 menit dari rumah mbah Kakung. Dengan melewati Tol JORR maka kami sampai jam 9.30 pagi wah.. mumpung masih pagi yang pertama dituju adalah KERETA GANTUNG. Ibu dah lama banget tidak naik kereta gantung jadi begitu naik tuh ada rasa takut juga tapi kalo anak-anak sih seneng-seneng aja. Sepanjang naik kereta gantung kita dapat melihat anjungan dari berbagai daerah di Indonesia, pulau-pulau mini kepulauan RI, museum dan berbagai tempat rekreasi.



Setelah naik kereta gantung langsung menuju Istana Anak-anak tuk bermain dan berenang.



Fakhri, Rifa, Aa Fadhil, Oom Halef gendong Dede Alana,
Ganes, Demas dan Mbah Puteri Iim


Meminta Maaf

Ibu merasa tuk sangat berat meminta maaf kepada seseorang atas kesalahan yang diperbuat , namun ibu terus berusaha melakukan itu karena sering tanpa sengaja ibu merasa meremehkan ataupun membuat orang tersinggung (atau mungkin marah yang tidak ditampakkan) akibat perkataan ataupun perbuatan ibu. Termasuk kepada anak-anak.

Sering ibu terlalu egois kepada anak-anak ibu. Ibu kadang terlalu memaksa anak-anak melakukan apa yang ibu perintahkan tanpa mendengar alasan mereka jika mereka tidak segera melaksanakan. Tapi akhir-akhir ini anak-anak sering membuat ibu terhenyak dengan perkataan mereka.

Suatu malam Ibu meminta tolong mbak Rifa segera merapikan buku-buku dan mainannya karena malam itu ibu memang sangat lelah dan ingin segera tidur. Namun mbak Rifa tidak segera merapikannya dan membuat emosi jiwa ibu sedikit meledak (tanpa kata namun ekpresi marah) dan ternyata mba Rifa melihat itu dan langsung menangis dengan sangat sedih. Lo.. ibu jadi bingung perasaan tidak ada perkataan marah tapi ternyata ekpresi marah juga membuat seorang mba Rifa merasa sangat-sangat bersalah. Ibu menghampiri mba Rifa dan meminta maaf atas kesalahan ibu dan ternyata mba Rifa juga merasa bersalah dan diapun meminta maaf kepada ibu sambil mencium ibu. Pelan-pelan ibu menjelaskan kenapa ibu berekpresi marah karena ibu sudah capek dan ingin istirahat. Mba Rifa juga menjelaskan kepada ibu kalo sebenarnya belum mengantuk dan masih ingin menulis dan main dengan bonekanya. Namun... ya.. itulah ibu suka egois maunya sendiri dan tidak berfikir jernih. Coba kalo tadi ibu dengarkan dulu alasan mba Rifa ya.. ibu beri batas waktu untuk bermain toh.. mba Rifa selama ini juga bisa diajak kompromi kok.

Nilai plus mba Rifa adalah setiap merasa bersalah maka selalu meminta maaf. Begitu pula jika ibu, ayah, mbah dan lainnya dianggap memarahi dede Fakhri maka mba Rifa akan meminta yang bersangkutan untuk meminta maaf kepada Dede Fakhri.

Lain mba Rifa lain pula dede Fakhri. Kalo dede Fakhri sangat sulit tuk meminta maaf jadi kadang diwakilkan oleh mba Rifa. Pernah dede Fakhri berbuat salah kepada ibu, mba Rifa langsung laporan ke Ibu, "Bu, Dede Fakhri minta maaf ". " Kok bukan dede Fakhri sendiri yang ke Ibu" tanya saya. Lalu mba Rifa mengandeng Dede Fakhri dan bilang ke Ibu, "Bu, Ini Dede Fakhri mau minta maaf". Ibu tanya ke Dede Fakhri, "Bener Dede mau minta maaf?". Iya..jawabnya sambil malu-malu. Saat itu Ibu tersenyum dan bilang Kalo mau minta maaf cium ibu dulu dong dan langsung Dede Fakhri mencium pipi ibu kanan kiri. "Ibu maafin tapi jangan diulangi lagi ya.." ih.. moment itu sangat berkesan di hati ibu.

Anak-anak adalah buah cinta.
Kasih sayang sebagai ibu sungguh-sungguh besar kepada anak-anak.
Kasih sayang anak-anak juga tak kalah besar terhadap orang tuanya.